Kecerdasan Imam Abu Hanifah memang tak diragukan lagi, diriwayatkan Imam Abu Hanifah berhadapan dengan seorang atheis (komunis/tidak percaya adanya tuhan) tulen yang hidup di kota Baghdad, si atheis tersebut menanyakan tentang hal ihwal keberadaan Tuhan, dan imam abu hanifah tidak menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh si atheis tersebut, dialog tersebut menarik perhatian sebagian masyarakat Baghdad, ini mengingat kecerdasan imam Abu Hanifah yang tak tertanding saat itu, lalu setelah lama berdialog, org tersebut mengadakan perjanjian untuk mengadakan pertemuan dan melakukan dialog secara besar2xan di hadapan masyarakat di suatu wilayah yang sangat umum (baca alun-alun kota) dan pertemuan tersebut dimulai jam 9 pagi tepat.